Jawab Perilaku Konsumen, Interflour Kian Ramah Lingkungan

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:20

Perubahan dan kondisi lingkungan dalam satu dekade terakhir banyak disoroti oleh masyarakat dunia. Di tengah kondisi bumi yang dinilai semakin memprihatinkan, muncul perilaku baru yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat dunia, yakni conscious lifestyle. Perilaku ini menjadi pola gaya hidup yang mengedepankan kebaikan konsumsi secara individu dan komunitas.

Gaya hidup ini tengah berkembang dengan pesat di kawasan ASEAN. Konsumen hari ini semakin memperhatikan dampak dari apa yang mereka konsumsi. Merespons tren tersebut, produsen tepung terigu Interflour membangun positioning sebagai produk yang ramah lingkungan.

Interflour telah berpengalaman selama 50 tahun di Indonesia dengan dua pabrik yang berada di kota Makassar dan Cilegon. Brand ini beroperasi di bawah payung Interflour group yang memiliki beberapa pabrik tepung terigu yang beroperasi di beberapa negara seperti Indonesia, Vietnam, Malaysia dan Filipina.

Interflour mempunyai pasar yang kuat dan dominan di hampir seluruh wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Kalimantan, Maluku, atau Nusa Tenggara Timur. Strategi penetrasi juga terus diterapkan di daerah-daerah lainnya. Produk unggulannya antara lain tepung terigu Gerbang, Gatotkaca, dan Kompas.

“Interflour berkomitmen untuk terus menghasilkan produk dengan brand yang kuat dan diakui kualitas serta konsistensinya. Untuk itu, kami melengkapi jaminan mutu dengan berbagai sertifikat,” ujar Dewi Ayu Putri, Marketing Head Interflour Indonesia.

Berbagai sertifikat pangan telah dicatatkan oleh Interflour. Mulai dari Food Safety System Certificate FSSC 22000 oleh SAI Global, Quality Management System ISO 9001:2015 oleh SAI Global, Environmental Management System ISO 14001:2015 oleh SAI Global, Occupational health and safety management System ISO 45001:2018 oleh Tuv rheinland, ISPS- Code (International ship and port Facility Security), Sertifikat Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, SNI oleh Balai Sertifikasi Industri Kementerian Perindustrian, hingga Sistem Jaminan Halal oleh LPPOM MUI – Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.

Selain itu, Interflour juga mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan yang turut serta dalam menjaga pengelolaan lingkungan hidup melalui penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan kategori Biru.

“Interflour juga memiliki perhatian dan kepedulian lebih pada terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik, antara lain dengan penggunaan kemasan ramah lingkungan yaitu kemasan karung yang mudah terurai/degradable bag,” tutup Dewi.