Interflour Indonesia
Berita & Acara
Berita & Acara > Berita
Kenapa Bagel Harus Direbus Dulu? Ini Tips Merebusnya Sebelum Dipanggang

Bagel merupakan roti berbentuk cincin dengan tekstur khas yang padat dan kenyal. Bagian luarnya terasa sedikit renyah dan mengilap, sementara bagian dalamnya lebih rapat dibandingkan roti pada umumnya.
Rahasia di balik tekstur unik tersebut terletak pada satu tahap penting, yaitu perebusan sebelum dipanggang. Mengapa langkah ini sangat krusial, dan bagaimana cara merebus bagel dengan benar agar hasilnya maksimal? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kenapa Bagel Harus Direbus Dulu?
Bagel direbus dalam waktu singkat sebelum dipanggang untuk “mengunci” permukaan adonan. Proses perebusan ini memicu gelatinisasi pati, sehingga lapisan luar adonan cepat mengeras dan membatasi pengembangan adonan saat dipanggang di oven.
Menurut Jeff Hertzberg dan Zoë François dalam buku Artisan Bread in Five Minutes a Day, tahap ini membuat bagian dalam bagel menjadi padat dan kenyal, bukan berongga seperti roti biasa. Tanpa direbus, bagel akan mengembang lebih bebas, bertekstur ringan, dan menghasilkan kulit yang kurang mengilap.
Selain itu, perebusan—terutama dengan tambahan pemanis—membantu proses karamelisasi saat pemanggangan. Hasilnya adalah kulit bagel yang berwarna cokelat keemasan, mengilap, dan memiliki cita rasa khas.
Baca juga: Cara Menggoreng Donat agar Mengembang Sempurna dan tidak Berminyak
Tips Merebus Bagel Sebelum Dipanggang
Perebusan bagel sebaiknya dilakukan secara singkat, sekitar 30 detik hingga 1 menit per sisi. Mengutip The Kitchn, merebus terlalu lama dapat membuat bagel menyerap terlalu banyak air sehingga teksturnya menjadi terlalu berat dan terlalu kenyal.
Berikut beberapa tips penting yang dapat kamu terapkan:
- Tambahkan pemanis ke dalam air rebusan, seperti malt barley syrup, madu, atau gula, untuk menghasilkan kilap dan rasa yang lebih kompleks. Untuk bagel bergaya New York-style yang lebih autentik, kamu juga bisa menambahkan sedikit baking soda guna meningkatkan pH air sehingga kulit bagel menjadi lebih renyah.
- Pastikan air benar-benar mendidih sebelum bagel dimasukkan. Rebus bagel secara bertahap dan pastikan panci tidak terlalu penuh agar suhu air tetap stabil.
- Tiriskan bagel dengan baik setelah direbus, lalu letakkan di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti atau silicone mat. Taburi sedikit tepung jagung atau semolina agar tidak lengket. Pastikan permukaan bagel agak kering sebelum diberi topping dan dipanggang.
Baca juga: Apa Perbedaan Bagel dan Donat? Serupa tapi Tak Sama, Lho!
Pentingnya Tepung Terigu Protein Tinggi untuk Bagel
Bagel dikenal dengan teksturnya yang padat dan kenyal (chewy). Oleh karena itu, penggunaan tepung terigu dengan kadar protein tinggi sangat penting untuk membentuk jaringan gluten yang kuat dan elastis.
Tepung terigu protein tinggi sangat cocok digunakan untuk membuat bagel. Kandungan protein tingginya membantu adonan mempertahankan bentuk cincin yang kokoh selama proses perebusan dan pemanggangan, sekaligus menghasilkan tekstur bagel yang autentik.