Interflour Indonesia
Berita & Acara
Berita & Acara > Berita
Franchise atau Usaha Sendiri: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Pemula?
Kamis, 27 Agustus 2026
Memulai bisnis kuliner sering kali menghadirkan dilema, yaitu memilih membeli lisensi franchise yang sudah memiliki sistem dan nama atau membangun usaha sendiri dari nol.
Sebagai calon pelaku usaha, keputusan ini akan sangat menentukan besarnya modal yang dibutuhkan, kebebasan dalam berkreasi, hingga kecepatan balik modal.
Keuntungan dan Kerugian Membeli Waralaba vs. Usaha Sendiri
1. Membeli Franchise (Waralaba):
- Keuntungan: Merek sudah dikenal luas, sistem operasional sudah siap pakai, dan kamu mendapatkan pelatihan serta pasokan bahan baku secara berkala.
- Kerugian: Biaya awal relatif mahal, ada royalty fee, dan kamu tidak bisa secara mandiri mengubah resep atau menu.
2. Memulai Usaha Sendiri:
- Keuntungan: Modal awal lebih fleksibel, profit 100% milik sendiri, dan bebas berkreasi menciptakan menu unik. Sebagai gambaran, kamu bisa melihat rincian modal usaha roti bakar untuk memahami kebutuhan peralatan dan bahan baku sebelum memulai.”
- Kerugian: Harus membangun nama brand dari nol dan membutuhkan waktu lebih lama untuk riset resep yang disukai pasar.
Ide Bisnis Mandiri dengan Modal Kecil untuk Pemula di Indonesia
Jika memilih membangun usaha sendiri dengan modal terbatas, bisnis kuliner berbahan dasar tepung terigu bisa menjadi pilihan karena bahan bakunya relatif terjangkau dan produknya disukai berbagai kalangan.
1. Mille Crepes Cake (Dijual) Per Potong
Mille crepes adalah kue kekinian berlayer manis berbahan dasar adonan cair tepung terigu yang diselang-seling krim lembut. Menu ini sangat diminati anak muda dan punya nilai jual tinggi meski dibuat dari dapur rumah.
Untuk menghasilkan lembaran krep yang lembut, lentur, dan tidak mudah robek, gunakan tepung terigu serbaguna Premium Kompas.
Mengutip panduan baking dari Serious Eats, adonan olahan tepung terigu yang diistirahatkan dengan benar akan menghasilkan tekstur krep yang halus dan mulus.
2. Cilok Mercon
Cilok mercon menjadi salah satu jajanan yang selalu punya penggemar. Tekstur cilok yang kenyal dipadukan dengan isian sambal pedas membuat camilan ini cocok dijual di sekolah, kantin, hingga melalui layanan pesan antar. Modalnya relatif terjangkau, tetapi potensi keuntungannya cukup menarik karena bisa dijual per porsi.
Untuk menghasilkan cilok yang kenyal, lembut, dan tidak mudah hancur saat direbus, kamu bisa mencampurkan tapioka dengan tepung terigu terigu Gatotkaca. Penambahan tepung terigu membantu adonan menjadi lebih mudah dibentuk, tidak terlalu lengket saat diuleni, serta menghasilkan tekstur cilok yang tetap empuk dengan kekenyalan yang pas.
Jika ingin langsung mencoba membuatnya, kamu bisa mengikuti resep Cilok Mercon di halaman resep Interflour Indonesia.
3.Aneka Waffle dan Croffle
Selain disajikan dengan topping manis seperti cokelat, stroberi, dan es krim, croffle dan waffle juga dapat dikreasikan menjadi versi gurih dengan tambahan smoked beef, keju, hingga telur. Variasi menu yang beragam membuat peluang penjualannya semakin luas. Agar waffle memiliki tekstur renyah di luar tetapi tetap lembut di bagian dalam, gunakan tepung terigu serbaguna Premium Kompas. Tepung terigu ini cocok digunakan untuk berbagai olahan adonan sehingga hasil waffle maupun croffle menjadi lebih konsisten. Selain memilih tepung yang tepat, pelajari cara membuat waffle renyah di luar dan empuk di dalam agar hasilnya sesuai tekstur yang diinginkan.
Jika ingin menambahkan menu ini ke daftar jualanmu, kamu bisa mengikuti resep Croffle (Croissant Waffle) di website Interflour Indonesia. Selain croffle dan waffle, masih banyak inspirasi resep lain yang bisa kamu kreasikan sebagai menu jualan. Selain beberapa pilihan di atas, kamu juga bisa mengeksplorasi ide jualan produk bakery yang dapat dikreasikan sesuai target pelanggan.
Dengan bahan baku yang berkualitas dan resep yang tepat, kamu dapat menghasilkan produk yang konsisten sekaligus meningkatkan peluang berkembangnya usaha kuliner. Selamat mencoba!